
Jalur darat menjadi primadona bagi pemudik untuk sampai ke kampung halaman. Apalagi harga tiket pesawat terus melambung, membuat penggunaan kendaraan pribadi maupun angkutan umum darat meningkat. Penumpukan kendaraan pun diprediksi terjadi di beberapa titik.
Salah satu cara mengantisipasi atau menghindari kemacetan adalah memanfaatkan aplikasi yang bisa memantau arus mudik dan arus balik Lebaran 2019. CNNIndonesia.com telah merangkum beberapa aplikasi yang bisa membantu pemudik.
1. Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC)
RTTMC adalah aplikasi untuk mengakses CCTV dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kemenhub menyediakannya dalam versi desktop dan mobile. Versi desktop bisa diakses di situs RTTMC. Sementara versi mobile bisa diunduh di Google App Store maupun Play Store.
Salah satu fitur yang ditawarkan dalam RTTMC adalah Live CCTV. Ada banyak titik CCTV yang bisa diakses, mulai di jalur Utara, jalur Tengah, jalur Selatan, jalur Barat, maupun di terminal-terminal. Akses CCTV ini cukup mudah digunakan di ponsel.
Anda bisa mengakses versi desktop di tautan ini: https://rttmc.dephub.go.id/rttmc/m/page/cctv.
2. Jasa Marga Live
Aplikasi ini disediakan oleh Jasa Marga agar pemudik bisa memantau beberapa titik kepadatan kendaraan, seperti di persimpangan atau jalan tol. Pemantauan ini dilakukan secara langsung karena mengandalkan siaran langsung CCTV secara streaming.
Demi kemudahan pengguna, alat ini hadir dalam dua versi yakni desktop dan mobile. Beberapa fitur yang tersedia: CCTV streaming, informasi tarif tol, hingga informasi lalu lintas.
Jika ingin memantau melalui CCTV, Anda tinggal memilih fitur 'streaming' kemudian tentukan ruas tol yang ingin dipantau. Cakupan CCTV juga cukup luas. Beragam ruas tol di Pulau Jawa terpantau di sini. Jasa Marga Live bisa diunduh melalui Google App Store dan Play Store.
Anda bisa mengakses versi destop di tautan ini: https://jasamargalive.com/webjm3/mjm/index.php.
(jnp/rsa)
sumber
Posting Komentar